Ibu… betapa indah dan sucinya kata ini. Kata yang mengantarkan pikiran kita pada sosok perempuan yang baik, tulus, ramah, dan penyayang. Itulah ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan, serta membesarkan kita mulai kecil sampai dewasa. Kata yang membawa wanginya cinta dan keramahan, membuat kita merasakah kehangatan dan kemurniannya. Kasih sayangnya begitu tulus. Seperti yang tersirat dalam lagu “Kasih Ibu” ciptaan SM Moehtar yang mempunyai arti bahwa ibu mempunyai kasih sayang yang tak terhingga kepada kita. Yang ia tahu hanya memberi dan tak pernah mengharapkan balasan. Ibu tidak pernah memberikan alasan mengapa ia mencintai kita. Yang ia inginkan hanya satu yaitu melihat kita bahagia. Tangis nakal kita diwaktu kecil bahkan kelakuan nakal waktu dewasa takkan pernah membuat deritanya. Bahkan ia rela menderita demi melihat kita bahagia. Terjaga untuk melihat kita tidur di waktu kecil. Kedinginan tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut. Ia bahkan akan merasa sakit ketika melihat kita sakit, meneteskan air mata saat melihat kita terbaring sakit. Terkadang ia marah bahkan keras kepada kita ketika kita berbuat salah. Semua itu semata karna ia begitu menyanyangi kita. Ketika semua orang mengejek bahkan mencemooh kita karena kekurangan kita. Lain halnya dengan ibu. Ibu memandang kita adalah yang terbaik dimatanya. Ia dengan tabah dan sabar senantiasa memberikan semangat dan meyakinkan kita bahwa kita adalah yang terbaik. Dimana semua kesuksesan besar seseorang tidak akan pernah lepas dari peran seorang ibu. Kita tentu juga tidak lupa dengan peran ibu Thomas Alfa Edison Ilmuan terbesar dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia sampai sekarang. Thomas Alfa Edison bukan saja gagal menunjukkan bakatnya di masa kanak-kanak, tetapi juga kelihatan sangat bodoh dan tuli, karena ia mempunyai kepala yang terlalu besar. Keluarga dan kenalannya menganggap ia menderita penyakit kelemahan mental. Pertanyaan-pertanyaan aneh yang sekali-kali ditanyakannya semakin menguatkan anggapan mereka. Bahkan di sekolah, yang hanya dikunjunginya tidak lebih dari tiga bulan, ia dijuluki "si tolol", karena pertanyaan-pertanyaannya yang berulang kali kepada guru. Pada suatu hari ia pulang ke rumah dengan berlinang air mata, sambil membawa secarik kertas dari gurunya lalu mengadukan kepada ibunya. Ibunya membaca kertas tersebut “Tommy anak ibu sangat bodoh, kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah” (J.K. Rowling). Sang ibu membimbing tangan putranya kembali ke sekolah. Kepada guru itu, sang ibu berkata: "Anda tidak tahu apa yang Anda katakan. Anak saya lebih cerdas dari Anda! Inilah letak persoalannya. Sekarang saya akan membawanya pulang, akan saya urus sendiri pendidikannya, dan akan saya perlihatkan kepada Anda, bakat apa sebenarnya yang tersimpan padanya!" (J.K. Rowling) Semenjak itu, sang ibu memenuhi janjinya untuk mendidik sendiri putranya itu. Edison adalah murid satu-satunya ibunya, Edison menganggap perempuan itu adalah lautan ilmu. Edison hanya bersekolah selama tiga bulan, dan semua yang dipelajarinya di masa anak-anak didapat dari ibunya.. Dalam waktu tiga bulan ia sudah menguasai banyak ilmu sampai menjadi penemu. Setelah ia terkenal ia berkata: ““Di masa kanak-kanak, saya menyadari betapa bagusnya tokoh seorang Ibu. Ketika guru itu menjuluki saya "tolol", Ibu membela saya. Apabila Ibu tidak mendorong saya, mungkin saya tidak akan menjadi penemu. Menurut Ibu saya, jika orang-orang yang salah jalan setelah dewasa telah mendapatkan pendidikan dan diasuh sebagaimana mestinya, mereka tidak akan menjadi parasit yang tidak berguna dalam masyarakat. Pengalaman yang telah dikumpulkannya sebagai seorang guru telah mengajarkan kepadanya banyak rahasia watak manusia. Sebelumnya saya selalu tak peduli, dan apabila bukan karena perhatian Ibu, kemungkinan besar saya telah menyeleweng dari jalan yang semestinya! Namun ketabahan Ibu dan kebaikannya, merupakan faktor kuat yang menghalangi saya dari penyelewengan dan kesesatan. (Thomas Alfa Edison). Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Sangat jelas bahwa sebesar-besarnya kekurangan kita di mata orang, maka di mata ibu kita adalah yang terbaik.
“Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, ibu”-Iwan Fals satu bait syair diatas menunjukkan betapa besar dan banyak kasih yang telah diberikan ibu. Kita dapat membayangkan seberapa banyak udara yang ada di dunia ini. Jiwa dan raga rela ia berikan kepada kita. Kasih sayang ibu takkan pernah lekang oleh waktu. Hari demi hari kasih sayang itu takkan pernah berkurang sedikitpun. Ibu akan selalu menyayangi kita sama seperti waktu masih kecil. Walaupun kita sudah dewasa ibu pasti akan selalu menyayangi kita sama seperti waktu kecil dulu. Oleh karena itu Ibu mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam karena jasa-jasanya. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada duai ibu bapakmu; hanya kepada-Kt engkau akan kembali (Q.S. 31:14-15). Ibu bagai malaikat yang diutus oleh Allah untuk senantiasa menyayangi dan menjaga kita. Sorga terletak di bawah telapak kaki ibu (Al-Hadits) Hadits tersebut menuntut kita agar senantiasa berbakti kepada ibu dan menyayanginya seperti ia menyangi kita. Selain itu Hak-hak istimewa diberikan Islam kepada seorang ibu karena tiga hal yang tidak bisa dilakukan selain ibu. Yaitu Mengandung, melahirkan, dan menyusui. Tiga hal tersebut merubakan hal yang sangat berat yang harus dilalui seorang ibu. Sungguh mulia dan tulus kasih seorang ibu, jasa-jasanyapun tak terhingga sehingga dunia memberikan hari spesial yaitu hari Ibu sedunia, yang di Indonesia jatuh pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sementara di “Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal 8 Maret (Wikipedia)”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar